Catatanku
Jumat, 03 Januari 2014
Puisiku
Kutulis untaian kata demi kata
Kurangkai bait demi bait
Dengan bahasa nan indah
Itulah puisi
Karya cengkok Melayu
Terdengar namaku
Sebagai sastrawan naik daun
Semua ku karyakan dengan
Pena, bak buah mangsi siap panen
Buku, bak lembaran kulit kayu pohon pinus
Imajinasi yang luas
Bak dunia ini seisinya
Pahlawan Emansipasi
Ku dengar, sebutan namamu
Ku tahu dari buku
Tertulis pengabdianmu
Ku tahu dari buku
Tertulis pengabdianmu
Pahlawan emansipasi
Raden Ajeng Kartini
Kau wanita suci bersanggul
Bagai sekuntum bunga melati
Derajat kaum puteri
Demi cita-cita tinggi
Kau puteri
Darah mengalir di tubuhmu
Keringat menggujur di keningmu
Jeritan dari mulutmu
Penuh dengan deraian air mata
Oh ... pahlawanku
Habis gelap terbitlah terang
Begitu menusuk jantungku
Menghujam dalam hatiku
Kuteruskan pengabdianmu
Sabtu, 07 Desember 2013
Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
BAB I
A.
Pengertian
Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
1. Pengertian
Monokotil
Tumbuhan
monokotil disebut juga tumbuhan berkeping biji tunggal. Tumbuhan monokotil
adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak
membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai
takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama,
seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.
Kelompok
tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia.
Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri,
perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya
2. Pengertian
Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan
berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan
berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun
lembaga (kotiledon : daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam
tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua
dan sistem Crouquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya
kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam
nama Magnoliopsida dengan akhiran -opsida . Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai
nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah
nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang
lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau
“tumbuhan dikotil”).
B.
Perbedaan
Struktur Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Perbedaan struktur monokotil dan dikotil dapat
dilihat berdasarkan bentuk akar, bentuk sumsum atau pola tulang daun,
kaliptogen, kotiledon, kandungan akar dan batang, jumlah kelopak bunga,
pelindung akar dan batang lembaga dan pertumbuhan akar dan batang. Untuk lebih jelas perhatikan
tabel dibawah ini.
Berikut ini adalah gambar struktur tumbuhan
monokotil dan dikotil:
C.
Contoh
Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Contoh tumbuhan monokotil dan dikotil diantaranya :
a. Contoh
tumbuhan monokotil : Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
b. Contoh
tumbuhan dikotil : Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.
BAB
II
KESIMPULAN
Berdasarkan
rumusan masalah dan tujuan pembuatan makalah, dapat disimpulkan bahwa :
1. Pengertian
tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya
memiliki satu daun lembaga. Dan pengertian tumbuhan dikotil
adalah tumbuhan
berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun
lembaga (kotiledon : daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam
tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua.
2.
Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan
dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
a)
Bentuk akar
a.
Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
b.
Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
b)
Bentuk sumsum atau pola tulang daun
a.
Monokotil : Melengkung atau sejajar
b.
Dikotil : Menyirip atau menjari
c)
Kaliptrogen / tudung akar
a.
Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
b.
Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
d)
Jumlah keping biji atau kotiledon
a.
Monokotil : Satu buah keping biji saja
b.
Dikotil : Ada dua buah keping biji
e)
Kandungan akar dan batang
a.
Monokotil : Tidak terdapat kambium
b.
Dikotil : Ada kambium
f)
Jumlah kelopak bunga
a.
Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
b.
Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
g)
Pelindung akar dan batang lembaga
a.
Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan
akar lembaga /keleorhiza.
b.
Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun
koleoptil.
h)
Pertumbuhan akar dan batang
a.
Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi
membesar.
b.
Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar.
3. Contoh
tumbuhan monokotil dan dikotil diantaranya :
a. Contoh
tumbuhan monokotil : Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
b. Contoh
tumbuhan dikotil : Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.
Senin, 28 Oktober 2013
Musim Panen
Dari ufuk timur,sang surya bersinar
Awan putih masih menyelimuti gunung
Kicaun burung camar terdengar gembira
Saat yang dinanti-nantikan tlah tiba
Para petani turun ke sawah
Saat sang surya sepenggalah tingginya
Kepedihan terlupakan
Menuai padi bersama
Membawa alat yang dibutuhkan
Tuk menyabit,memotong
Menampung dan merontok
Saling berseloroh menimbulkan gelak tawa
Panas surya tak dihiraukan
Padi menguning bagai hamparan emas
Membuat bahagia sang petani
Surya mulai condong ke barat
Tampak wajah petani yang lelah
Membungkuk menbawa beban
Tertatih-tatih memikul beban
Orot terasa kaku
Tubuh basah kuyup oleh keringat
Kulit hitam, tampak berkilau-kilau
Karna, sang surya
Awan putih masih menyelimuti gunung
Kicaun burung camar terdengar gembira
Saat yang dinanti-nantikan tlah tiba
Para petani turun ke sawah
Saat sang surya sepenggalah tingginya
Kepedihan terlupakan
Menuai padi bersama
Membawa alat yang dibutuhkan
Tuk menyabit,memotong
Menampung dan merontok
Saling berseloroh menimbulkan gelak tawa
Panas surya tak dihiraukan
Padi menguning bagai hamparan emas
Membuat bahagia sang petani
Surya mulai condong ke barat
Tampak wajah petani yang lelah
Membungkuk menbawa beban
Tertatih-tatih memikul beban
Orot terasa kaku
Tubuh basah kuyup oleh keringat
Kulit hitam, tampak berkilau-kilau
Karna, sang surya
Minggu, 27 Oktober 2013
Bermain Recorder
A.Pengertian
Recorder adalah alat musik melodis yang cara memainkannya dengan ditiup sambil menggerakkan jari-jari untuk menghasilkan bunyi.
B.Bagian-Bagian Recorder
Berikut ini bagian-bagian recorder:
C.Jenis-Jenis Recorder
1. Recorder Sopranino
2. Recorder Soprano
3. Recorder Alto
4. Recorder Tenor
5. Recorder Bass
6. Recorder Great Bass (Contra Bass)
D.Teknik Bermain Recorder
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain recorder,sebagai berikut:
1. Recorder bagian atas dipegang oleh tangan kiri,posisinya:
a. Ibu Jari menutup lubang Oktaf
b. Jari Telunjuk menutup lubang 1
2. Recorder bagian bawah dipegang oleh tangan kanan,posisinya:
a. Jari Telunjuk menutup lobang 4
Recorder adalah alat musik melodis yang cara memainkannya dengan ditiup sambil menggerakkan jari-jari untuk menghasilkan bunyi.
B.Bagian-Bagian Recorder
Berikut ini bagian-bagian recorder:
C.Jenis-Jenis Recorder
1. Recorder Sopranino
2. Recorder Soprano
3. Recorder Alto
4. Recorder Tenor
5. Recorder Bass
6. Recorder Great Bass (Contra Bass)
D.Teknik Bermain Recorder
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain recorder,sebagai berikut:
1. Recorder bagian atas dipegang oleh tangan kiri,posisinya:
a. Ibu Jari menutup lubang Oktaf
b. Jari Telunjuk menutup lubang 1
c. Jari Tengah menutup lubang 2
d. Jari Manis menutup lubang 32. Recorder bagian bawah dipegang oleh tangan kanan,posisinya:
a. Jari Telunjuk menutup lobang 4
b. Jari Tengah menutup lobang 5
c. Jari Manis menutup lobang 6
d. Jari Kelingking menutup lobang 7
3. Untuk menghasilkan nada tinggi, lubang oktaf yang ditutup dengan Ibu Jari
tengah kiri, dibuka ½ hingga ¾.
4. Kepala tegak dan bahu wajar (tidak tegang)
5. Dada membusung dan kedua belah siku terangkat sehingga tidak menyentuh
badan
6. Sumber tiupan diletakkan di atas bibir bagian bawah, bibir bagian atas
menyentuh sumber tiupan dengan wajar seperti lazimnya.
7. Jangan memasukkan bagian kepala Recorder (sumber tiupan) terlalu dalam
sehingga menyentuh gigi, dan jangan digigit.
8. Teknik Pernafasan dan Tiupan
Bernafas yang baik sama seperti kita bernyanyi yaitu menggunakan pernafasan
diafragma.Tiupan harus rata jangan terlalu kuat meniup sehingga memekakkan telinga.
9. Tuning Pada Recorder (Melaras)
Recorder bisa di laras (disesuaikan nadanya bila terdengar agak fals)
tetapi biasanya naik turunnya nada tidak sampai ½ nada. Untuk melaras Recorder
bisa dengan menarik bagian kepala atau ekor dari recorder dengan menyamakan
bunyinya pada stem fluit, garputala atau keyboard.
Keterangan:
-Hitam : ditutup penuh
-Putih : dibuka
-Abu-abu : ditutup ½
Pahlawan
Dimatamu tersimpan selaksa peristiwa
Peristiwa yang mengguncangkan bumi pertiwi
Benturan bekas luka terpahat di keningmu
Kau nampak tua nan lelah
Keringat mengguyur deras di tubuhmu
Namun, kau tetap tabah
Keriput tulang pipimu
Sebuah gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam
Kini tlah terbakar sang surya
Badanmu kian kurus
Punggungmu kian membungkuk
Semangatmu tak pernah pudar
Meski, langkahmu kadang gemetar
Meski, napasmu kadang tersengal
Menaggung beban hidup yang berat
Peristiwa yang mengguncangkan bumi pertiwi
Benturan bekas luka terpahat di keningmu
Kau nampak tua nan lelah
Keringat mengguyur deras di tubuhmu
Namun, kau tetap tabah
Keriput tulang pipimu
Sebuah gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam
Kini tlah terbakar sang surya
Badanmu kian kurus
Punggungmu kian membungkuk
Semangatmu tak pernah pudar
Meski, langkahmu kadang gemetar
Meski, napasmu kadang tersengal
Menaggung beban hidup yang berat
Sabtu, 26 Oktober 2013
Budaya Negeriku
Terpaut dalam hati
Tertanam dalam jiwa
Terbawa dalam budi
Wahai anak negeri ...
Majulah dalam tegar!
Tunjukkan pengabdianmu!
Cengkeram!
Genggam!
Jangan kau lepas !
Milik bangsa ini!
Wahai anak negeri ...
Katakan pada mereka
Negeri kita kaya
Beragam budaya
Dalam satu nusa,
Satu bangsa dan satu bahasa
Wahai anak negeri ...
Kibarkan bendera!
Lestarika budaya
Teriakkan dengan lantang!
''Ini budaya kita!''
Mari, kita lestarikan bersama
Tertanam dalam jiwa
Terbawa dalam budi
Wahai anak negeri ...
Majulah dalam tegar!
Tunjukkan pengabdianmu!
Cengkeram!
Genggam!
Jangan kau lepas !
Milik bangsa ini!
Wahai anak negeri ...
Katakan pada mereka
Negeri kita kaya
Beragam budaya
Dalam satu nusa,
Satu bangsa dan satu bahasa
Wahai anak negeri ...
Kibarkan bendera!
Lestarika budaya
Teriakkan dengan lantang!
''Ini budaya kita!''
Mari, kita lestarikan bersama
Langganan:
Komentar (Atom)

