Sabtu, 07 Desember 2013

Tumbuhan Monokotil dan Dikotil



BAB I

A.    Pengertian Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
1.      Pengertian Monokotil
Tumbuhan monokotil disebut juga tumbuhan berkeping biji tunggal. Tumbuhan monokotil adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Kelompok ini diakui sebagai takson dalam berbagai sistem klasifikasi tumbuhan dan mendapat berbagai nama, seperti Monocotyledoneae, Liliopsida, dan Liliidae.
Kelompok tumbuhan ini mencakup berbagai tumbuhan paling berguna dalam kehidupan manusia. Sebagai sumber pangan, sumber energi nabati, sumber bahan baku industri, perumahan, dekorasi, pakaian, media penulisan, zat pewarna, dan sebagainya
2.      Pengertian Tumbuhan Dikotil
Tumbuhan berbiji belah atau tumbuhan berkeping biji dua adalah segolongan tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon : daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua dan sistem Crouquist mengakui kelompok ini sebagai takson dan menamakannya kelas Magnoliopsida. Nama ini dibentuk dengan menggantikan akhiran -aceae dalam nama Magnoliopsida dengan akhiran -opsida . Kelas Magnoliopsida dipakai sebagai nama takson bagi semua tumbuhan berbunga bukan monokotil. Magnoliopsida adalah nama yang dipakai untuk menggantikan nama yang dipakai sistem klasifikasi yang lebih lama, kelas Dicotyledoneae (kelas “tumbuhan berdaun lembaga dua” atau “tumbuhan dikotil”).
B.     Perbedaan Struktur Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Perbedaan struktur monokotil dan dikotil dapat dilihat berdasarkan bentuk akar, bentuk sumsum atau pola tulang daun, kaliptogen, kotiledon, kandungan akar dan batang, jumlah kelopak bunga, pelindung akar dan batang lembaga dan pertumbuhan akar  dan batang. Untuk lebih jelas perhatikan tabel dibawah ini.
Berikut ini adalah gambar struktur tumbuhan monokotil dan dikotil:
C.    Contoh Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

   Contoh tumbuhan monokotil dan dikotil diantaranya :

a.       Contoh tumbuhan monokotil : Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
b.     Contoh tumbuhan dikotil : Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

  



BAB II

KESIMPULAN
Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan pembuatan makalah, dapat disimpulkan bahwa :
1.       Pengertian tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Dan pengertian tumbuhan dikotil adalah tumbuhan berbunga yang memiliki ciri khas yang sama dengan memiliki sepasang daun lembaga (kotiledon : daun yang terbentuk pada embrio) berbentuk sejak dalam tahap biji sehingga biji sebagian besar anggotanya bersifat mudah terbelah dua.
2.       Perbedaan ciri pada tumbuhan monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki :
a)      Bentuk akar
a.       Monokotil : Memiliki sistem akar serabut
b.      Dikotil : Memiliki sistem akar tunggang
b)      Bentuk sumsum atau pola tulang daun
a.       Monokotil : Melengkung atau sejajar
b.      Dikotil : Menyirip atau menjari
c)      Kaliptrogen / tudung akar
a.       Monokotil : Ada tudung akar / kaliptra
b.      Dikotil : Tidak terdapat ada tudung akar
d)     Jumlah keping biji atau  kotiledon
a.       Monokotil : Satu buah keping biji saja
b.      Dikotil : Ada dua buah keping biji
e)      Kandungan akar dan batang
a.       Monokotil : Tidak terdapat kambium
b.      Dikotil : Ada kambium
f)       Jumlah kelopak bunga
a.       Monokotil : Umumnya adalah kelipatan tiga
b.      Dikotil : Biasanya kelipatan empat atau lima
g)      Pelindung akar dan batang lembaga
a.       Monokotil : Ditemukan batang lembaga / koleoptil dan akar lembaga /keleorhiza.
b.      Dikotil : Tidak ada pelindung koleorhiza maupun koleoptil.
h)      Pertumbuhan akar dan batang
a.       Monokotil : Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar.
b.      Dikotil : Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar.
3.       Contoh tumbuhan monokotil dan dikotil diantaranya :
a.       Contoh tumbuhan monokotil : Kelapa, Jagung, dan lain sebagainya.
b.     Contoh tumbuhan dikotil : Kacang tanah, Mangga, Rambutan, Belimbing, dan lain-lain.

Senin, 28 Oktober 2013

Musim Panen

Dari ufuk timur,sang surya bersinar
Awan putih masih menyelimuti gunung
Kicaun burung camar terdengar gembira

Saat yang dinanti-nantikan tlah tiba
Para petani turun ke sawah
Saat sang surya sepenggalah tingginya
Kepedihan terlupakan

Menuai padi bersama
Membawa alat yang dibutuhkan 
Tuk menyabit,memotong
Menampung dan merontok
Saling berseloroh menimbulkan gelak tawa
Panas surya tak dihiraukan
Padi menguning bagai hamparan emas
Membuat bahagia sang petani

Surya mulai condong ke barat
Tampak wajah petani yang lelah
Membungkuk menbawa beban
Tertatih-tatih memikul beban
Orot terasa kaku
Tubuh basah kuyup oleh keringat
Kulit hitam, tampak berkilau-kilau
Karna, sang surya

  

Minggu, 27 Oktober 2013

Bermain Recorder

A.Pengertian
Recorder adalah alat musik melodis yang cara memainkannya dengan ditiup sambil menggerakkan jari-jari untuk menghasilkan bunyi.

B.Bagian-Bagian Recorder
Berikut ini bagian-bagian recorder:

C.Jenis-Jenis Recorder
 1. Recorder Sopranino
 2. Recorder Soprano
 3. Recorder Alto
 4. Recorder Tenor
 5. Recorder Bass
 6. Recorder Great Bass (Contra Bass)



D.Teknik Bermain Recorder
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain recorder,sebagai berikut:
 1. Recorder bagian atas dipegang oleh tangan kiri,posisinya:
  a.       Ibu Jari menutup lubang Oktaf
  b.      Jari Telunjuk menutup lubang 1
  c.       Jari Tengah menutup lubang 2
  d.      Jari Manis menutup lubang 3

 2. Recorder bagian bawah dipegang oleh tangan kanan,posisinya:
  a.       Jari  Telunjuk menutup lobang 4
  b.      Jari Tengah menutup lobang 5
  c.       Jari Manis menutup lobang 6
  d.      Jari Kelingking menutup lobang 7
 
3.     Untuk menghasilkan nada tinggi, lubang oktaf yang ditutup dengan Ibu Jari tengah kiri, dibuka ½ hingga ¾.
4.      Kepala tegak dan bahu wajar (tidak tegang)
5.      Dada membusung dan kedua belah siku terangkat sehingga tidak menyentuh badan
6.     Sumber tiupan diletakkan di atas bibir bagian bawah, bibir bagian atas menyentuh sumber tiupan dengan wajar seperti lazimnya.
7.      Jangan memasukkan bagian kepala Recorder (sumber tiupan) terlalu dalam sehingga menyentuh gigi, dan jangan digigit.
8.      Teknik Pernafasan dan Tiupan
Bernafas yang baik sama seperti kita bernyanyi yaitu menggunakan pernafasan diafragma.Tiupan harus rata jangan terlalu kuat meniup sehingga memekakkan telinga.
9.      Tuning Pada Recorder (Melaras)
Recorder bisa di laras (disesuaikan nadanya bila terdengar agak fals) tetapi biasanya naik turunnya nada tidak sampai ½ nada. Untuk melaras Recorder bisa dengan menarik bagian kepala atau ekor dari recorder dengan menyamakan bunyinya pada stem fluit, garputala atau keyboard.

Keterangan:
-Hitam : ditutup penuh 
-Putih :  dibuka 
-Abu-abu : ditutup ½
 
 


Pahlawan

Dimatamu tersimpan selaksa peristiwa
Peristiwa yang mengguncangkan bumi pertiwi
Benturan bekas luka terpahat di keningmu
Kau nampak tua nan lelah
Keringat  mengguyur deras di tubuhmu
Namun, kau tetap tabah

Keriput tulang pipimu
Sebuah gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam
Kini tlah terbakar sang surya
Badanmu kian kurus
Punggungmu kian membungkuk

Semangatmu tak pernah pudar
Meski, langkahmu kadang gemetar
Meski, napasmu kadang tersengal
Menaggung beban hidup yang berat

Sabtu, 26 Oktober 2013

Budaya Negeriku

Terpaut dalam hati
Tertanam dalam jiwa
Terbawa dalam budi

Wahai anak negeri ...
Majulah dalam tegar!
Tunjukkan pengabdianmu!
Cengkeram!
Genggam!
Jangan kau lepas !
Milik bangsa ini!

Wahai anak negeri ...
Katakan pada mereka
Negeri kita kaya
Beragam budaya
Dalam satu nusa,
Satu bangsa dan satu bahasa

Wahai anak negeri ...
Kibarkan bendera!
Lestarika budaya
Teriakkan dengan lantang!
''Ini budaya kita!''
Mari, kita lestarikan bersama