Dari ufuk timur,sang surya bersinar
Awan putih masih menyelimuti gunung
Kicaun burung camar terdengar gembira
Saat yang dinanti-nantikan tlah tiba
Para petani turun ke sawah
Saat sang surya sepenggalah tingginya
Kepedihan terlupakan
Menuai padi bersama
Membawa alat yang dibutuhkan
Tuk menyabit,memotong
Menampung dan merontok
Saling berseloroh menimbulkan gelak tawa
Panas surya tak dihiraukan
Padi menguning bagai hamparan emas
Membuat bahagia sang petani
Surya mulai condong ke barat
Tampak wajah petani yang lelah
Membungkuk menbawa beban
Tertatih-tatih memikul beban
Orot terasa kaku
Tubuh basah kuyup oleh keringat
Kulit hitam, tampak berkilau-kilau
Karna, sang surya
Senin, 28 Oktober 2013
Minggu, 27 Oktober 2013
Bermain Recorder
A.Pengertian
Recorder adalah alat musik melodis yang cara memainkannya dengan ditiup sambil menggerakkan jari-jari untuk menghasilkan bunyi.
B.Bagian-Bagian Recorder
Berikut ini bagian-bagian recorder:
C.Jenis-Jenis Recorder
1. Recorder Sopranino
2. Recorder Soprano
3. Recorder Alto
4. Recorder Tenor
5. Recorder Bass
6. Recorder Great Bass (Contra Bass)
D.Teknik Bermain Recorder
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain recorder,sebagai berikut:
1. Recorder bagian atas dipegang oleh tangan kiri,posisinya:
a. Ibu Jari menutup lubang Oktaf
b. Jari Telunjuk menutup lubang 1
2. Recorder bagian bawah dipegang oleh tangan kanan,posisinya:
a. Jari Telunjuk menutup lobang 4
Recorder adalah alat musik melodis yang cara memainkannya dengan ditiup sambil menggerakkan jari-jari untuk menghasilkan bunyi.
B.Bagian-Bagian Recorder
Berikut ini bagian-bagian recorder:
C.Jenis-Jenis Recorder
1. Recorder Sopranino
2. Recorder Soprano
3. Recorder Alto
4. Recorder Tenor
5. Recorder Bass
6. Recorder Great Bass (Contra Bass)
D.Teknik Bermain Recorder
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bermain recorder,sebagai berikut:
1. Recorder bagian atas dipegang oleh tangan kiri,posisinya:
a. Ibu Jari menutup lubang Oktaf
b. Jari Telunjuk menutup lubang 1
c. Jari Tengah menutup lubang 2
d. Jari Manis menutup lubang 32. Recorder bagian bawah dipegang oleh tangan kanan,posisinya:
a. Jari Telunjuk menutup lobang 4
b. Jari Tengah menutup lobang 5
c. Jari Manis menutup lobang 6
d. Jari Kelingking menutup lobang 7
3. Untuk menghasilkan nada tinggi, lubang oktaf yang ditutup dengan Ibu Jari
tengah kiri, dibuka ½ hingga ¾.
4. Kepala tegak dan bahu wajar (tidak tegang)
5. Dada membusung dan kedua belah siku terangkat sehingga tidak menyentuh
badan
6. Sumber tiupan diletakkan di atas bibir bagian bawah, bibir bagian atas
menyentuh sumber tiupan dengan wajar seperti lazimnya.
7. Jangan memasukkan bagian kepala Recorder (sumber tiupan) terlalu dalam
sehingga menyentuh gigi, dan jangan digigit.
8. Teknik Pernafasan dan Tiupan
Bernafas yang baik sama seperti kita bernyanyi yaitu menggunakan pernafasan
diafragma.Tiupan harus rata jangan terlalu kuat meniup sehingga memekakkan telinga.
9. Tuning Pada Recorder (Melaras)
Recorder bisa di laras (disesuaikan nadanya bila terdengar agak fals)
tetapi biasanya naik turunnya nada tidak sampai ½ nada. Untuk melaras Recorder
bisa dengan menarik bagian kepala atau ekor dari recorder dengan menyamakan
bunyinya pada stem fluit, garputala atau keyboard.
Keterangan:
-Hitam : ditutup penuh
-Putih : dibuka
-Abu-abu : ditutup ½
Pahlawan
Dimatamu tersimpan selaksa peristiwa
Peristiwa yang mengguncangkan bumi pertiwi
Benturan bekas luka terpahat di keningmu
Kau nampak tua nan lelah
Keringat mengguyur deras di tubuhmu
Namun, kau tetap tabah
Keriput tulang pipimu
Sebuah gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam
Kini tlah terbakar sang surya
Badanmu kian kurus
Punggungmu kian membungkuk
Semangatmu tak pernah pudar
Meski, langkahmu kadang gemetar
Meski, napasmu kadang tersengal
Menaggung beban hidup yang berat
Peristiwa yang mengguncangkan bumi pertiwi
Benturan bekas luka terpahat di keningmu
Kau nampak tua nan lelah
Keringat mengguyur deras di tubuhmu
Namun, kau tetap tabah
Keriput tulang pipimu
Sebuah gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar legam
Kini tlah terbakar sang surya
Badanmu kian kurus
Punggungmu kian membungkuk
Semangatmu tak pernah pudar
Meski, langkahmu kadang gemetar
Meski, napasmu kadang tersengal
Menaggung beban hidup yang berat
Sabtu, 26 Oktober 2013
Budaya Negeriku
Terpaut dalam hati
Tertanam dalam jiwa
Terbawa dalam budi
Wahai anak negeri ...
Majulah dalam tegar!
Tunjukkan pengabdianmu!
Cengkeram!
Genggam!
Jangan kau lepas !
Milik bangsa ini!
Wahai anak negeri ...
Katakan pada mereka
Negeri kita kaya
Beragam budaya
Dalam satu nusa,
Satu bangsa dan satu bahasa
Wahai anak negeri ...
Kibarkan bendera!
Lestarika budaya
Teriakkan dengan lantang!
''Ini budaya kita!''
Mari, kita lestarikan bersama
Tertanam dalam jiwa
Terbawa dalam budi
Wahai anak negeri ...
Majulah dalam tegar!
Tunjukkan pengabdianmu!
Cengkeram!
Genggam!
Jangan kau lepas !
Milik bangsa ini!
Wahai anak negeri ...
Katakan pada mereka
Negeri kita kaya
Beragam budaya
Dalam satu nusa,
Satu bangsa dan satu bahasa
Wahai anak negeri ...
Kibarkan bendera!
Lestarika budaya
Teriakkan dengan lantang!
''Ini budaya kita!''
Mari, kita lestarikan bersama
Langganan:
Komentar (Atom)

